Hati Hati Men - share Info atau Berita

Video tentang menyebarkan / menshare  ketakutan dalam islam .


Luangkan 5 Menit Saja Untuk Merenungkan Video ini!
Anda suka menshare berita atau info terkini? Simaklah nasehat yang berharga ini bersama Ust. Badru 
Semoga bermanfaat .

Realita Pendidikan - Sholat dan PR (Pekerjaan Rumah)

Siang siang berkunjung ke fanspage Moslem Channel dan mendapatkan kisah pendek mengenai realita pendidikan di Indonesia . Cerita yang sederhana namun menyentuh. Berikut ini kisah lengkapnya . Semoga kita bisa mengambil hikmah .


REALITA PENDIDIKAN KITA ???

Shalat Belum?

Sehabis sholat isya' saya tanya kepala sekolah,
"Mau makan tadz?" 
"Ada nasi?"
"Kita beli sayur matang saja."
Kemudian saya mengendarai motor ke warung makan terdekat, penjualnya adalah wali murid siswa kami.
Kulihat muridku sedang menonton tivi-acara kartun. Sembari menunggu sayur selesai dibungkus kutanya dia,
"Sudah mengerjakan PR belum?"
"Sudah." jawabnya
"Dia rajin kalau mengerjakan PR." Sahut seorang nenek yang bekerja di warung orangtuanya.
Saya bertanya lagi,"Kamu sudah sholat isya belum?"
Ia hanya diam nyengir malu.
"Kamu dengar ya, kalau kamu tidak kerjakan PR bapak ibu guru akan marah atau mungkin kamu dipukul. Dan kamu masih bisa menahannya. Tapi kalau kamu tidak sholat, Allah yang marah dan akan menghukum. Dan kamu tidak akan tahan menerima hukumanNya. Sholat ya!"
"Dengar itu!" si nenek menyahut lagi.
Sedang dia hanya terdiam sampai aku beranjak pulang.
Beginilah realita pendidikan kita, di sekolah para guru memberi arahan, di rumah tidak diperhatikan. Di sekolah kain ditenun, balik rumah benang diurai.
Diambil dari status ustadz Abu Zubair Ihsan Al-Faruq 
(Seorang Dai Pedalaman di Timur Indonesia)


Penyebab Banyak Wanita Masuk Neraka

Dari sebuah hadits , Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Mayoritas penghuni neraka adalah wanita . Hal ini terjadi karena akibat Kekufuran wanita . Namun bukan kekufuran kepada Allah SWt . Namun kekufuran istri kepada suaminya . Berikut ini hadits lengkapnya :


وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.”

(HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907)

Neraka

Dari hadits di atas , dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud kekufuran seorang istri terhadap suaminya adalah dengan kufur ( tidak bersyukur) akan pemberian dan kebaikan suaminya . Selain itu wanita kufur yang dimaksudkan disini adalah menganggap jika ada sesuatu yang diinginkan (istri) tetapi belum bisa dipenihi suami, maka sang istri akan menghakimi suami dengan cap "SUAMI PELIT" , dalam hadits di atas sang istri berkata : ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’ , jika dianalogikan dalam sebuah kalimat :

"Satu titik hitam di atas kertas putih "
 atau 
"Hujan setahun benar benar tidak dianggap dikarenakan ada kemarau sehari" . 

Nah itulah sebab kenapa banyak wanita yang masuk neraka , yakni dikarenakan kekufurannya terhadap suami mereka . Maka dari itu sebagai seorang istri haruslah patuh taat terhadap suami dan bersyukur dengan pemberian suami (hasil kerja keras sang suami). Sedangkan sang suami hendaknya memperlakukan istri dengan sebaik baiknya (lemah lembut) dan hendaknya mencari nafkah dengan sungguh sungguh untuk keluarganya.

Istri yang taat kepada suami akan mendapatkan pahala yang melimpah , hal ini sebagaimana hadits di bawah ini :

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.”

 (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).



Download 40 Hadits Imam Nawawi

Kali ini kami akan memberikan sebuah file pdf kumpulan hadits hadits Imam Nawawi berbahasa Indonesia dalam format PDF dengan ukuran 657 kb (119 halaman) tentang fondasi ajaran islam dan faedah faedahnya. Semoga bermanfaat .











Cara Berprasangka Baik Kepada Allah SWT

Dalam kehidupan kita tentunya kadang kita merasa senang akan karunia Allah SWT. Namun kadangkala kita merasa marah ataupun kesal kepada Allah SWT karena beberapa hal / kejadian / tujuan yang kita anggap sangat tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dan kata kata yang tak pantas diucapkanpun akhirnya keluar dari lisan kita, seperti : Kenapa harus begini ? Seharusnya tidak begini ? Ini tidak adil ! Kok cuma segini ? . dan ujung ujungnya adalah rasa tidak bersyukur dan berburuk sangka dengan takdir yang telah Allah SWT berikan. Padahala jika kita berprasangka buruk kepada Allah SWT , maka kita akan mendapatkan balasan yang sangat pedih , sebagaimana firman Allah SWT berikut ini : 

“Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Alloh. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Alloh memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.” 
(Al-Fath: 6)

Sebagai hamba Allah SWT kita hendaknya harus selalu berprasangka baik kepada Allah SWT sehingga akan selalu menimbulkan energi positif bagi diri kita sendiri , orang lain dan lingkungan di sekitar kita . 
Berprasangka baik
Berprasangka baik kepada Allah

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” 
(HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).


Karena Allah SWT akan merealisasikan apa yang disangkakan oleh hamba-Nya.Maka kita sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT harus selalu berprasangka baik kepada Allah SWT. Untuk lebih meresapi bagaimana cara kita agar berprasangaka baik kepada Allah SWT , berikut ini ada sebuah kisah yang akan menunjukkan betapa indahnya  berprasangka baik :

Cara Berprasangka Baik kepada Allah SWT lewat sebuah KISAH :

Suatu ketika ada seorang  pemuda mengeluh pada ustadz dengan berkata :

“Dimanakah keadilan Allah, aku telah lama meminta dan memohon pada-Nya (Allah)  namun tidak pernah dikabulkan.. aku mengerjakan shalat wajib, shalat sunnah,  puasa wajib, puasa sunnah, bersedekah, berbuat kebaikan…. tapi tak satupun keinginanku dikabulkan.”

“Padahal seorang temanku yang ibadahnya sangat kacau, bicaranya selalu menyinggung  hati,  tingkah lakunya sangat buruk , tapi apa yang diminta olehnya selalu terkabul dengan cepat dan sesuai harapannya . Oh sungguh Allah tidak adil..!! ”

Lalu sang ustadz berkata kepada pemuda tersebut ,  

“Pernahkah engkau didatangi pengamen ?”

“Pernah, tentu saja” Kata pemuda itu dengan serius..

“Sekarang coba kamu bayangkan jika pengamen itu berpenampilan menakutkan, bertato, bertindik, nyanyiannya tak merdu dan memekakkan telinga, apa yang kamu lakukan?”

Pemuda itu lalu menjawab,

 “Aku akan segera memberi dia uang agar dia cepat pergi dari hadapanku”

“Lalu bagamana jika saja pengamen itu besuara merdu, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yg kamu lakukan?”

 “Akan kudengarkan dan kunikmati hingga akhir lagu lalu kuminta ia bernyanyi lagi sekali lagi dan mungkin tambah beberapa lagu lagi..” kata pemuda  itu sambil tersenyum .

“Kalau begitu bisa saja Allah bersikap begitu pada kita hamba-Nya."

"Jika ada manusia yang berakhlak buruk dan dibenci oleh-Nya berdoa dan memohon padaNya, mungkin akan dia firmankan pada malaikat :"

“Cepat berikan apa yang dia minta. Aku muak dengan pintanya."

"Namun lain halnya bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang sholeh yang rajin bersedekah, maka mungkin saja Allah berfirman pada malaikat-Nya : "

"Tunggu. .. Tunda dulu apa yang dipintanya, aku menyukai doa-doanya, Aku menyukai isak-tangis nya. Aku tak ingin dia menjauh dari-Ku setelah mendapat apa yg dipintanya(inginkan). Aku ingin mendengar tangisnya karena Aku mencintainya..”


إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّى أُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ

“Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril seraya berkata, “Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia.”
 (HR. Bukhari no. 7485 dan Muslim no. 2637)

Subhanallah ...

Allah itu memberikan apa yg kita butuhkan , bukan apa yg kita inginkan.....

Referensi :

http://www.arrahmah.com/read/2011/11/20/16459-renungan-akhir-pekan-prasangka-baik-terhadap-allah.html

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/janganlah-berburuk-sangka-kepada-allah.html

http://rumaysho.com/aqidah/faedah-tauhid-5-allah-selalu-mengingat-hamba-yang-mengingat-nya-2544

Makna dan Lafadz Adzan

Adzan merupakan seruan yang dikumadangkan oleh seorang muadzin (orang yang mengumandangkan adzan)  yang menandai  datangnya waktu shalat wajib 5 waktu. Adzan dilafadzkan dengan lafadz lafadz tertentu dan dengan bahasa arab (bukan dengan bahasa Indonesia). 

Secara bahasa adzan diartikan sebagai seruan. Keutamaan adzan sangatlah besar , bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setan lari saat mendengar adzan ;

”Apabila diserukan adzan untuk shalat, syaitan pergi berlalu dalam keadaan ia kentut hingga tidak mendengar adzan. Bila muadzin selesai mengumandangkan adzan, ia datang hingga ketika diserukan iqamat ia berlalu lagi …”
 (HR. Bukhari no. 608 dan Muslim no. 1267)

lafadz-adzan-allohu-akbar


Adapun lafadz adzan adalah berikut ini :


اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ 
Allahu Akbar...Allahu Akbar 
(Allah Maha Besar)
(dibaca 4 x)

اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ
Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah 
(Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah)
(dibaca 2x)

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah 
(Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah)
(dibaca 2x)

حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ
Hayya 'ala Shalah 
(marilah kita shalat)
(dibaca 2x)

حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ 
Hayya 'alal falah
(marilah kita mencapai kemenangan/kebahagiaan)
(dibaca 2x)

Asshalatu khairum minan naum (Dibaca khusus saat adzan subuh)
(shalat itu lebih baik dari tidur)
(dibaca 2x)


اَللهُ اَكْبَرُاَللهُ اَكْبَرُ
Allahu Akbar...Allahu Akbar
(Allah Maha Besar)
(dibaca 2x)

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ
 Laa Ilaha illallah
(Tidak ada tuhan selain Allah)
(dibaca 1x)

kapan adzan mulai disyariatkan. Inilah haditsnya :

“Kaum muslimin dahulu ketika datang di Madinah, mereka berkumpul lalu memperkira-kira waktu sholat, tanpa ada yang menyerunya, lalu mereka berbincang-bincang pada satu hari tentang hal itu. Sebagian mereka berkata, gunakan saja lonceng seperti lonceng yang digunakan oleh Nashrani. Sebagian mereka menyatakan, gunakan saja terompet seperti terompet yang digunakan kaum Yahudi. Lalu ‘Umar berkata, “Bukankah lebih baik dengan mengumandangkan suara untuk memanggil orang shalat.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Wahai Bilal bangunlah dan kumandangkanlah azan untuk shalat.”  
(HR. Bukhari no. 604 dan Muslim no. 377)


Makna tiap lafadz adzan di atas :

Allahu Akbar...Allahu Akbar 
(Allah Maha Besar)

Maknanya adalah Allah yang Maha Besar. Besar disini bukan besar dalam hal ukuran tetapi besar dalam hal keagungan. Ketika kita mengucapkan Allahu Akbar maka hati kita yakin kalau kita ini kecil dihadapan Allah dan Allah lah yang Maha Besar dan Agung. Maka saat mendengar lafadz Allahu Akbar lupakan urusan kita di dunia yang kecil karena Allah Maha Besar Keagungannya dari semua hal yang ada di dunia ini. Tinggalkan gelar , kedudukan , harta , pekerjaan, bisnis dll . Karena Panggilan Allah untuk melaksanakan shalat  lebih mulia daripada itu semua. Namun jika kita masih mengurusi urusan dunia daripada panggilan Allah , artinya kita masih menganggap urusan kita lebih besar daripada Allah SWT. Yang berari Allah dikalahkan oleh urusan dunia . Maka selalu ingatlah bahwa Allah itu Maha Besar daripada semua hal di dunia ini.


Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah 
(Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah)

Maknanya kita bersaksi bahawa tidak ada Tuhan selain Allah SWT. Di dalam hati kita yakin bahwa Allah itu Esa / Satu . Tidak ada pembanding lain selain Allah SWT. Menyembah hanya kepada Allah  SWT dan Patuh hanya kepada Allah SWT. Dan menjauhi semua yang dilarang Allah SWT.

Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah 
(Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah)

Maknanya adalah kesaksian kita bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan Allah SWT. Ikuti semua yang diperintahkan Nabi kita , membenarkan apa yang disampaikan Nabi, menjauhi apa yang dilarang Nabi, tidak menambah nambah ajaran beliau, beribadah kepada Allah sesuai tuntunanya dan senantiasa yakin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir (tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW). Nabi Muhammad adalah  hamba Allah SWT dan juga sebagai rasul yang kita Agungkan , namun tidak boleh secara berlebihan. Sebagimana sabda Nabi Muhammad SAW : “Sesungguhnya aku hanyalah hamba, maka sebutlah: hamba Allah dan Rasul-Nya.”

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" 
(QS. Al Ahzab(33) : 21)

Hayya 'ala Shalah 
(marilah kita shalat)

Maknanya adalah mengajak kita untuk melaksanakan kewajiban shalat lima waktu. Dari makna lafadz lafadz sebelumnya dapat kita rangkai makna seperti dibawah ini :

Pertama kita yakin dan sadar Allah itu Maha Besar
Selanjutnya kita telah bersaksi bahwa tidak ada berhak yang disembah kecuali Allah
Dan kita telah bersaksi bahwa nabi Muhammad SAW itu utusan Allah...
maka shalat lah
Karena itu perintah-Nya (Perintah Allah SWT)

Hayya 'alal falah
(marilah kita mencapai kemenangan/kebahagiaan)

Maknanya adalah marilah menuju keberuntungan dan keselamatan. Jadi saat muadzin mengumandangakan lafadz Hayya 'alal falah mempunyai maksud mengajak manusia menuju keselamatan (masuk surga) dan selamat dari neraka. Dengan melaksanakan shalat maka kita akan mencapai kebahagiaan atau kemenangan yakni surga. 



Asshalatu khairum minan naum 
(shalat itu lebih baik dari tidur)

Maknanya adalah kita bangun untuk segera melaksanakan shalat itu lebih baik daripada kita tidur . Karena kita yakin bahwa Allah itu Maha Besar . Lalu Allah SWT mengingatkan lagi akan Kebesarannya dengan lafadz :

Allahu Akbar...Allahu Akbar
(Allah Maha Besar)

Dimana telah dijelaskan di atas bahwa Allah itu Maha Besar Keagungannya. Maka tinggalkan hal hal duniawi (hal hal kecil) dan segeralah malaksanakan shalat yang diperintahkan oleh Allah SWT yang Maha Besar. Kemudian Lafadz adzan ditutup dengan bacaan :

 Laa Ilaha illallah
(Tidak ada tuhan selain Allah)

Di hati kita yakin bahwa Tidak Ada Tuhan yang Wajib Disembah Kecuali Hanya Allah SWT semata. Tidak ada makhluk atau benda lain yang serupa dan patutu disembah kecuali hanya Allah SWT yang Maha Besar.

Wallahu’ a'lam bishshawab,

Dikutip dari beberapa sumber :
http://www.ramashare.com/2013/01/makna-lafal-adzan.html
http://islamdiaries.tumblr.com/post/4336326048/luar-biasanya-adzan
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/tata-cara-adzan-dan-iqomah.html
http://buletin.muslim.or.id/aqidah/makna-dua-kalimat-syahadat


Amal yang Tidak Putus Sampai Mati

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ada 3 amalan yang tidak akan putus walaupun manusia meninggal atau mati. Tiga amalan ini disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Muslim . Berikut ini haditsnya  :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”
 (HR. Muslim no. 1631)


Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa ada tiga amalan yang akan selalu mengalir pahalanya walaupun manusia sudah meninggal dunia , yakni :

Pertama, Sedekah Jariyah atau Amal Jariyah 

Sedekah jariyah adalah amalan yang dilakukan untuk kepentingan banyak orang seperti membangun masjid, mewakafkan tanah untuk pembangunan pesantren atau masjid, membuat jembatan penyebrangan, menulis buku islami yang bermanfaat, menggali sumur dll. Inti dari sedekah jariyah atau amal jariyah adalah amalan yang dilakukan dimana amalan tersebut bermanfaat bagi orang banyak dan kita akan menerima pahala atas amal jariyah yang kita lakukan selama amal kita masih bermanfaat bagi banyak orang meski kita sudah meninggal.

Adapun keutamaan membangun masjid adalah akan dibangunkan rumah di surga. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

“Barang siapa yang membangun suatu masjid, ikhlas karena mengharap wajah / keridhoan Allah ta’ala, maka Allah ta’ala akan membangunkan rumah yang semisal di dalam surga.” 
(Muttafaqun’alaihi)

Kedua, Ilmu yang Bermanfaat 

Ilmu yang kita ajarkan kepada orang lain , selama orang yang kita ajari ilmunya menggunakan atau bahkan menyebarkan ilmu yang kira berikan maka kita akan memperoleh pahala yang akan terus mengalir . Contoh : mengajar ngaji  TPQ, mengajarkan ilmu agama , membuat buku atau website / blog agama , dll .(Bayangkan saja jika kita membuat 1 buku yang membaca dan mengamalkan ada 1 juta orang , atau kita menulis di blog dan ada 1 juta yang mengamalakan ilmu yang kita sampaikan. Berapa banyak pahala yang kita dapatkan dari Allah SWT meskipun kita telah tiada). 
Intinya adalah ilmu kita bermanfaat khususnya untuk agama ini dan selama ilmu yang kita sampaikan diamalakan oleh orang yang kita ajari maka pahala akan mengalir meskipun kita sudah meninggal.

Ketiga, Doa Anak yang Sholeh

Sebagai anak maka sudah sepantasnya kita selalu mendoakan kedua orang tua kita. Baik orang tua kita sudah meniggal ataupun masih hidup. Ingatlah betapa perjuangan orang tua untuk kehidupan kita khususnya perjuangan Ibu yang kita sayangi. Doakan orang tua kita karena doa anak sholeh akan selau mengalir meskipun orang tua kita sudah meninggal. Karena anak yang shaleh itu adalah hasil didikan orang tua yang dengan sabar membimbing agar selalu dijalan Allah SWT . Selain itu anak adalah amanah dari Allah SWT kepada setiap orang tua dimuka bumi ini. orang tua perlu mendidiknya sehingga kelak anak yang dididik bisa menjadi anak shaleh yang selalu mendoakan kedua ibu dan bapaknya dimana amalanya akan selalu mengalir untuk orang tuanya.


Semoga kita selalu punya cita cita untuk memiliki tabungan amal jariyah untuk bekal kita saat sudah meninggalkan dunia ini . 

Mari beramal jariyah. 
Mari mengajarkan ilmu yang sudah kita miliki. 
Dan mari mendidik anak menjadi anak yang shaleh dan sebagai seorang anak mari kita menjadi anak yang berbakti dan selalu mendoakan kedua orangtua kita. 

Wallahu’ a'lam bishshawab, (Kebenaran hanya milik Allah SWT)